Labels

DIARY (13) ADVENTURE (6) NOTE (6) MEDICAL (3)
Showing posts with label ADVENTURE. Show all posts
Showing posts with label ADVENTURE. Show all posts

Sunday, 11 January 2015

Merry Riana VS Ria Tustina

Jan 11, 2015.. Sunday.. in Wisma Halwa Surakarta.. my netbook's clock is saying it's 21:21..


Tersentuh dan merasa senasib dengan kisah Merry Riana saat menonton filmnya "Mimpi Sejuta Dolar". 
Bukan karna nama panggilan kita yang sama (Ria). 
Bukan juga karena asrama NTU Singapore yang mirip persis dengan asrama UI Depok.
Apalagi tentang kecantikan fisik dan kisah cintanya. Duuuh jelas beda banget.
Tapi sama dalam hal PERJUANGANnya. 

Yaaah, perjuangan beliau saat di NTU Singapore sedikit mirip dengan perjuangan hidup saya saat di UI Depok-Salemba beberapa tahun lalu. 
Mencari uang untuk membiayai kuliah dan hidup di Jakarta sendiri.

Kerja ngajar les & privat sana-sini sampe jam 12 malam dari apartemen satu ke apartemen yang lain, dari bimbel yang satu ke bimbel yang lain, dari rumah ke rumah.
Hingga kemudian saya merintis bisnis dan saya punya lembaga privat sendiri (Pricoust-Private Counseling Student) yang kantor pusatnya di Depok saat itu. 
Saya pergunakan gaji ngajar saya untuk keperluan hidup dan biaya kuliah serta ditabung untuk biaya daftar kuliah lagi tahun depan (karna saya emang pengin banget masuk FK saat itu).
1 jam ngajar saya digaji Rp.120.000-Rp.150.000, dan setiap bulannya gaji saya ngajar bisa mencapai 5-10 juta/bulan saat itu. 
Ya karna banyak siswa tertarik dan senang dengan gaya mengajar saya, hingga suatu saat saya jatuh sakit dan keteteran meladeni bayak siswa akhirya saya mencipakan lembaga bimbel sendiri, yang mana disitu pengajar2nya adalah dari mahasiswa UI, jadi pada saat usia 18 tahun, saya sudah bisa mencipakan lapangan pekerjaan dan meggaji orang. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Sempet juga waktu itu kedesak sikon, sampe jual laptop ketemen asrama karna harus bayar uang bimbel di NF, Selain kuliah dan kerja, aku juga disibukkan dengan belajar materi snmptn waktu itu, aku ikut RONIN NF di akses ui. Bahkan sempet gak bisa makan karna dompet kosong dan akhirnya jual anting.

Aku pontang-panting cari beasiswa, alhamdulillah untungnya termasuk orang yg beruntung dan dapet bidik misi saat itu dan diikuti dengan beasiswa lainnya. Aku juga sempet kerja jadi EO berkeliaran kemana-mana ngurusin event2.

Makan cuma sama roti, sesekali makan nasi sayur tempe itu udah jadi kebiasaanku sejak dulu.
Karna setiap hari aku selalu memperhitungkan keuanganku. Jika keuanganku pedot ditengah jalan, terpaksa seringkali aku utang teman kesana-kesini (thanks sahabatku Mira).

Aku tinggal diasrama secara ilegal demi ngirit biaya kos-kosan yg mahal dijakarta, sampai akhirnya ketauan juga sama satpam asrama (pak husen).
Perjuangan juga kadang2 tersandung juga, aku ketipu online hingga jutaan, nyoba bisnis sendiri ketipu juga, kecopetan berkali-kali.
Namun kadang2 dateng aja rejeki yang tak disangka, contohnya saat di Jakarta n diusir dari asrama, aku gak tau lagi harus tidur dimana, alhamdulillah, Allah maha penolong, aku diangkat jadi anak angkat oleh keluarga arab yg kaya raya, keluarga dari murid privateku, karena beliau berkata bahwa mereka sangat menyukai kepribadianku.

Kalo di Merry Riana kan ada si Alfa tuh yang menemani perjuangannya, duuuh sayangnya kisah cinta saya gak seindah merry. Saat di UI, saya juga punya sosok Alfa, sayangnya dia sudah menikah dengan orang lain sekarang.hehe....

Dan hingga sekarang perjuangan itu pun masih terus berlanjut.
Aku masih harus banting tulang untuk terus memperjuangkan hidup.
Cari uang sendiri (jual buku, ikut lomba, magang kerja, jadi EO, nulis novel, jadi asisten dosen, cari beasiswa ini itu, dkk), semua cara saya lakukan untuk berjuang mempertahankan hidup untuk tetap bisa survive hingga saya menjadi dokter yang hebat.
Membiayai kuliah dan hidup sendiri tanpa merepotkan orang tua itu bukanlah hal yang mudah. 
Kadang saya merasa iri, pada teman-teman yang sering dengan mudah menghamburkan uangnya, tanpa mereka merasakan bahwa betapa susahnya cari duit.
Tapi aku bersyukur, aku tidak seperti mereka. Dengan Kau menakdirkanku seperti ini, aku menjadi lebih tangguh.

Seperti halnya mutiara yang senantiasa bercahaya, ia harus melalui proses panjang dan menyakitkan untuk menjadi yang paling indah dan menawan. Aku juga ingin menjadi mutiara yang walau terlebih dahulu ditempa dan diuji untuk menjadi pemimpin sejati. Menjadi mutiara yang akan terus memperindah bangunan masa depan.

Terimakasih ya Allah karna Kau telah melahirkanku dari rahim seorang ibu dan benih ayah yang hebat, yang dengan doa mereka, aku bisa setangguh ini melewati semua ini, menerpa diri untuk menjadi akhwat yang semakin tangguh. Dan aku percaya rintangan didepan jauh lebih sulit, tapi aku selalu yakin aku akan terus bertahan karna Allah dan demi kebahagiaan dan kebanggaan ayah ibu tersayang. Menjadi akhwat tangguh seperti yag ayah dan ibu selalu inginkan.


Wednesday, 13 August 2014

Deg Deg Deg....



sebelum memposting.. bisa liat khan hasil lombanya?? hahaha.. 

waaaah.. 
akhirnya.. 
pengumuman lomba Duta Mahasiswa GenRe BKKBN 2014..

semuanya udah pada kumpul di hotel,.
Ria udah deg2an bangeed.. huhu.. 
udah nungguu lama banged,akhirnya diumumin juga.. 
n the result is.. 

Runner up of Duta Mahasiswa GenRe BKKBN 2014 is Ria Tustina H from Solo..

Oh my gosh!! i mean,, i prepared for this competition and stuff.. 
but the preparation were bad and i didn't think that i would win.. 
and i did!!

thank you God!!

and i just can't believe the trophy too.. 
it's huge.. hehehe..

Ria emang akhir2 ini juga lagi bokek banged,, n from winning this,, i got extra money.. cool.. hehe.. 

waah.. still speechless lah.. 
GOD IS SO GOOD!!
GOD IS GREAT!!

hehe..

Love
Ria

Yang berprestasi bukan hanya Mahasiswa Berprestasi

"Negri ini tidak hanya butuh satu atau dua orang yang berprestasi, tapi negri ini butuh kita semua untuk berprestasi bersama membangun negri." 
–RTH

Mahasiswa yang berprestasi bukan hanya mahasiswa yang mendapat predikat “mahasiswa berprestasi/mapres” saja. Bukan hanya mahasiswa yang sukses mengadu pencapaiannya dengan mahasiswa lain, mempertandingkan keunggulan akademik ataupun nonakademik. Bukan hanya mahasiswa yang pandai berkompetisi dan hobi mempercantik CV because CV is not only aboutachievement but also about devotion and identity.

Berprestasi berarti menemukan jati diri, berempati, mengabdi, kritis, aktif, dan peduli. Berprestasi berarti menginspirasi. Senantiasa berkomunikasi dengan orang lain dan orang asing untuk menjalin relasi lebih jauh lagi. Melakukan sinergisitas dengan ide-ide besar untuk menyelesaikan masalah bangsa ini. Mereka yang dikatakan berprestasi adalah mereka yang memberikan perubahan dan manfaat besar bagi bangsa. Bukan hanya mereka yang hebat, tapi juga mereka yang mampu menghebatkan orang lain dan negri ini.

Prestasi tidak melulu soal IPK yang tinggi, tumpukan CV dan sertifikat, dsb. Prestasi lebih dari sekedar piala, medali, ataupun sertifikat yang kita peroleh. Ia bisa tampak sangat jelas, atau bahkan sangat abstrak. Ukurannya bukan pada bagaimana orang menilai kita, tapi bagaimana kita melihat apa yang kita lakukan . Bukan juga sekedar membandingkannya dengan pencapaian orang lain, namun lebih utama lagi membandingkannya dengan pencapaian kita pada masa lampau. Apakah kita mengurangi kesalahan kita di masa lampau? Apakah kita melakukannya lebih baik dibandingkan yang sebelumnya? Apakah ada pertumbuhan?

Prestasi adalah amanah untuk mempergunakan segala potensi yang dimiliki agar bisa membawa bangsa ini menuju arah yang lebih baik. Seorang mahasiswa dikatakan berprestasi bukan hanya dilihat dari kemampuan intelektual saja, juga dilihat dari bagaimana seseorang dapat mengamalkan ilmu yang dimilikinya agar bisa bermanfat bagi sesama. Mahasiswa dapat berprestasi dengan caranya sendiri, ada yang unggul dalam pengabdian masyarakatnya, penelitiannya, prestasi akademis dan non akademisnya, pengalaman organisasinya, dll.

Jangan pernah takut untuk berprestasi– pede aja, you never know until you really try. Stay true to your self.  Be the best of all. Don’t do something because you want to win it, but do it because you love it, and do it with your ultimate best. Get the difference! Winners compare their achievements with their goals, While the losers compare their achievements with those of other people. Be prepared, practice! Even when you think you’re already good. With great power comes great responsibility.

Saya selalu percaya bahwa ambisi yang diwujudkan dalam bentuk prestasi adalah hasil perpaduan antara motivasi, usaha, dan keteguhan hati. Keinginan adalah awal dari prestasi, bukan harapan bukan impian, tapi ketekunan yg menggebu-gebu. Milikilah karakter teguh untuk berkontribusi membangun bangsa. Menjadi manusia yang berguna adalah mereka yang tidak melukai dirinya sendiri dan diri orang lain atau alam dan lingkungan disekitarnya. Jadilah manusia yang tidak konstan dan terus senantiasa berubah. Menjadi manusia yang dinamis terus terbuka terhadap kesempatan yang ada. Yang paling penting adalah berusaha untuk terus menebar manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Setidaknya ini mampu mendeskripsikan alasan saya mundur dari ajang kompetisi mahasiswa berprestasi 2014. Yang saya tulis disini (http://riatustina.blogspot.com/2014/08/memilih-mundur-dari-kompetisi-mawapres.html) karna saya tak sempat menjawab satu-persatu pertanyaan teman-teman saat itu. :)

love
Ria :)

Memilih Mundur dari Kompetisi MAWAPRES 2014

Sedikit tulisan yang setidaknya ini cukup menjawab pertanyaan teman-teman “Ria,kenapa kemaren kamu mundur dari kompetisi mawapres?”, belum sempat saya jawab satu-persatu, saat itu bingung mau jawab gimana.hehe...

Singkat cerita sejak awal menjadi mahasiswa ditahun 2010 (di FKM UI saat itu), saya sudah mempunyai keinginan dan ambisi untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Saya telah mempersiapkan segalanya, mulai dari aktif organisasi, memenangkan berbagai macam perlombaan, ikut berbagai macam kepanitiaan, ikut berbagai event lokal, nasional, internasional, menjadi pembicara di berbagai acara, mengumpulkan sertifikat untuk memperindah CV, dan melatih kemampuan bahasa asing saya (Inggris dan Jerman) dengan kursus di lembaga yang oke di LBI Jakarta. Tidak hanya berhenti di Jakarta, ketika saya di UNS saya juga terus berusaha mengupgrade diri saya, saya terus berusaha mempercantik CV saya, jika ditulis dengan lengkap CV saya saat ini telah mencapai 15 halaman (terhitung sejak awal kuliah). Jika ditulis sejak TK mungkin sudah bisa dijilid jadi makalah. Karena sejak kecil saya sudah hobi sekali ikut lomba-lomba dan hobi mengumpulkan piala.

Dan pada saat kompetisi mawapres FKUNS 2014 tiba, saya kaget, karena ternyata peraturannya berbeda, biasanya mapres hanya untuk 1 tingkat saja, kemaren adalah jatahnya 2011, tapi ternyata sekarang peraturan berubah bahwa semua boleh ikut (syarat max semester 6). Wooow, saya terlambat menyadarinya, saya diberitahu oleh ayik waktu di GOR di H-1 deadline. Saya hampir lupa untuk mendaftar juga, untungnya teman saya mengingatkan di akhir deadline (thank’s Putu), saat itu saya sangat terburu-buru untuk melengkapi berkasnya, hanya semalam saya menyiapkan persyaratannya, merapikan CV (karna format CV mapres tahun ini berbeda dengan tahun lalu, padahal saya sudah merapikan CV disetiap pencapaian sesuai format tahun lalu), membuat karya tulis (saya pake karya tulis sebelumnya yang pernah menang,karna gak sempet bikin lagi), mengumpulkan hasil akademik, fotokopi semua sertifikat (dan beberapa sertifikat masih ada yang dirumah, saya segera telp ayah untuk kirim via pos segera). 


Saat itu Solo sedang dilanda hujan debu, saya juga sedang stress berat memikirkan acara SMC yang pada saat itu terhambat (pesawat peserta pada delay,dll akhirnya SMC ditunda 1 hari) karena meletusnya gunung kelud. Alhamdulillah, saya mendapat kebijakan dari HMPD dikasih waktu 1 hari lagi untuk mengumpulkan (thank’s mbak Dini). Dan akhirnya berkas pun selesai dan telah dikumpulkan. Pada saat itu hanya saya finalis yang berasal dari 2012 sendiri, saingan saya 2011 semua (mbak Ratna, mas Ega, hazmy, idkan, nurul, rizal, dll).


Sambil menunggu seleksi tahap selanjutnya, saya sering2 telp teman2 saya. Dari dulu saya selalu berteman baik dengan para mawapres. Saat di UI hampir semua sahabat saya adalah mawapres: Ida Fauziah (Mapres FKMUI), Herlina (mapres Farmasi UI), Septy (finalis mapres Fisip UI),dll. Saya juga punya banyak sang penginspirasi di UI, seperti Bang Iman Usman, kak Tama, kak Tantia (mereka adalah para juara 1 Mapres nasional). Saya juga tanya senior-senior saya tentang tips trik nya, saya telp mbak silvia,mbak erma,mbak avi,mas adi,dll.

Dan saya terlupakan oleh event mapres karna saya terlalu sibuk dan asik menikmati acara SMC. What the hell. Acara final mawapres pun tiba, tiba saatnya untuk tahap wawancara dan presentasi. Semua finalis mendapat surat undangan untuk presentasi. Tapi saya tidak. Saya konfirmasi ke pihak HMPD dan pak Budi. Ternyata saya juga mendapat undangan, undangan sudah disampaikan namun dititipkan oleh teman angkatanku di 2012. Entahlah siapa yang membawa surat itu, jahat sekali ia tidak sgera menyampaikan surat itu kepadaku. Andai aku nemu siapa itu orang, bakal habis tuh orang.hehe

Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, aku belum bikin PPT, belum latihan, belum apapun, aku coba ngebut 1 malam membuatnya, coba telp mas ega dan mas nurul sekedar sharing. Aku sangat stress saat itu, karena pada saat itu aku juga belum belajar anatomi saat itu, karna hari esoknya akan ada responsi anatomi blok repro. Aku nangis semalaman. Karena aku bingung, aku juga ingin menjadi asisten anatomi, jika nilai aku jelek maka aku gagal jadi asisten anatomi. Saat itu aku sholat istikharoh, dan aku memutuskan untuk meninggalkan impianku untuk menjadi mawapres. tapi tetap saja aku telah kehilangan waku dan tak belajar. dan aku pun remed responsi anat blok repro, aku nangis selama 1 minggu karna ini, ini adalah remed pertama dan terakhirku. Aku serasa kacau saat itu, mapres gak dapet, anat gak dapet, ikut loma kacau, kuliah gak fokus. Aku akui kejelekanku itu adalah sifat ambisiusku, bahkan sejak SD aku selalu menangis jika mendapat nilai 99 karena aku tau ada teman yang mendapat nilai 100.

Setiap mimpi punya batas. Pada suatu waktu jiwa ini tersadar. Beberapa hari setelah itu saya interopeksi diri, apakah keputusan saya untuk tidak mengikuti kompetisi mawapres ini tepat. Melihat kekacauan yang terjadi pada diri saya, teman saya memanggil saya dan menasehati saya, diperpus kita sharing banyak hal tentang kekacauan hidup setelah mengurusi acara SMC yang kita sebut sebagai post power syndrome. Benar katanya selama ini aku melakukan banyak hal bukan karena aku cinta. Inti pesan dari dia adalah Your benchmark is yourself! Benchmark mu adalah dirimu sendiri, jangan pernah berusaha untuk mengalahkan siapapun. Bla..bla..bla.. (thank’s mappa).

Saat itu saya juga diingatkan lagi oleh teman saya yang lain, untuk lebih fokus lagi dalam mengerjakan tugas kuliah. Fokus belajar biar gak kena remed lagi, biar kompre juga gampang, biar pasien besok juga tertangani,dll. Tepat sekali, saya sering mengorbankan kuliah demi kompetisi ini. Saya pernah ninggalin banyak kuliah pada saat itu karna harus pergi keluar kota tiap minggunya untuk presentasi lomba (temilnas,spora,amastigot,dll), alhasil saya remed blok, sering saya seperti ini. (thank’s mas Yassin).

Dan sekarang saya hanya ingin melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik lagi, saya ingin menikmati hidup. Teman saya pernah berkata "hidup itu untuk disenangi bukan disegani" by.Ilham. Dan sekarang saya ingin menyenangi hidup saya. Menjalani sesuatu karena saya memang mencintai pekerjaan itu. Bersungguh-sungguh kuliah, mengerjakan apapun tanpa mengorbankan orang lain dan kewajiban lain. Saya ingin menjadi Mawapres di hati orang-orang sekeliling saya. Terima kasih untuk semua.
                                                                                                        

Friday, 18 July 2014

9x ditolak FKUI, Alhamdulillah malah dapet FKUNS :)

Location : My dad's room (coz the internet cable is here)
using dad's laptop
Country : Gombong, Indonesia
Time : my tab's clock is saying it's 02:00 am
Date : July 22, 2014


Sejak kecil saya pengin banget jadi dokter, alasan mengapa saya pingin menjadi dokter udah saya tulis disini. Tapi sekarang yang mau saya bahas kali ini adalah perjuangan dan pengalaman saya untuk bisa sampai kesini. Gak mudah tentunya, saya kira. Kalo boleh dirinci sebelum sampe kesini saya udah ngelewatin banyak banget ujian (ujian tulis, mental, ujian hidup).

1. UJIAN TULIS
       Saya udah ikut banyak ujian, termasuk ujian diluar kedokteran, ada beberapa saat saya masuk dalam tahap bimbang dan takut, lebih tepatnya bahasa anak sekarang adalah galau. Nah, ini juga temuan yang bakal km temui pas mau cari kuliah. Rite? Saya takut gak bisa kuliah, makanya saya cobain semua utul(ujian tulis). Pikiran saya saat itu "udah lah saya cobain aja semua, barangkali ketrima, trus kalo saya gak suka n ketrima ditempat yang lebih bagus, saya bisa lepasin dan saya pilih yang lebih bagus. Anggap aja itu batu loncatan kesuksesan saya." Tapi saya baru nyadar sekarang kalo pemikiran saya begitu tamak pada saat itu. Saya hampir dibenci anak2 sesekolah gara2 saya ketrima dimana-mana tapi saya lepas satu-persatu. Padahal banyak temen2 yang kepingin kuliah ditempat yang saya lepas itu. Sungguh gak tau diri, kufur nikmat, dan takabur banget saya. Selain itu, saya juga daftarin semua beasiswa. Dan Alhamdulillah saya gak nyangka banget saya ketrima disetiap ujian dan beasiswa. Apa saya pinter n dewa banget gitu? Gak, saya rasa saya cuma beruntung aja dan mungkin karena kekuatan doa orang tua dan keluarga saya yang super duper kenceng. Oke sekarang, akan coba saya uraikan deh ujian yang udah saya lalui.

A. Saya ikut SNMPTN 3x (2010, 2011, 2012)

Saya agak lupa-lupa inget pilihan saya saat itu apa. Yang jelas saya cuma ketrima SNMPTN di tahun 2012, dan itu pun pilhan kedua (FKUNS). Saya sangat terobsesi untuk bisa masuk FKUI (banyak banget alasan saya kepingin banget kuliah di FKUI, saya bakal tulis rinci alasannya kelak). Karena itulah, saya jadi blagu banget, disetiap ujian saya pilih FKUI terus, the one n only deh. Ayah saya aja juga heran banget kenapa saya begitu batu dan kekeh banget.
  •  SNMPTN 2010 : (1) Pend.Dokter FKUI
  • SNMPTN 2011 : (1) Pend.Dokter FKUI
  • SNMPTN 2012 : (1) Pend.Dokter FKUI, (2) Pend.Dokter FKUNS


Saking frustasinya, baru di tahun 2012 saya coba FK UNS. Alhamdulillah ketrima. Kenapa gak dari dulu aja coba. :'(
Pelajarannya: "Boleh idealis tapi harus tetep realistis juga dalam menjalani hidup, jangan kufur nikmat karena apa yang baik menurutmu belum tentu akan menjadi yang terbaik buat kamu. Sungguh Allah mempunyai jalan hidup, cara dan tempat yang unik untuk mengupgrade diri tiap umatnya." :)

B. Ikut banyak ujian mandiri

Saat berkali-kali saya ditolak SNMPTN. Saya coba ikut ujian mandiri. Sungguh saya ikut n milihnya asal banget (tetep sesuai minat sih), tapi itu jelas jauh banget dari cita-cita saya. Diantaranya:
  • SM UNY: Saya ketrima pend.Kimia
  • SM UNNES: Saya ketrima pend.Matematika
  • USM ITB: Saya dapet beasiswa penuh di FTTM ITB (ini juga saya bego banget kenapa saya lepas juga)
  • USM Unsoed: Saya ambil pend.dokter UNSOED (Tapi gak ketrima, saya juga heran nih, padahal soalnya gampang banget, kalah jauh deh dibanding soal simak n usm itb, kok saya gak ketrima ya. Mungkin karena saya ambil sumbangan terendah kali ya (pikiran dengki saya, buat menghibur diri)
  • SIMAK UI 2010 : Saya pilih FKUI & FKMUI (dan saya jatuh di pilihan 2—dan saya jalanin 1 tahun kuliah di FKMUI)
  • SIMAK UI 2011 : Saya pilih FKUI & FKGUI (dan lagi-lagi saya jatuh di pilihan 2—dan saya jalanin juga kehidupan kuliah saya di FKGUI 1 tahun.
  • SIMAK UI 2012 : Saya pilih FKUI doang (dan gak ketrima, untungnya udah dapet FKUNS)
  • UMB 2010 : Ini saya pilih FKUI doang (Gak ketrima)
  • UMB 2011 : Ini saya juga pilih FKUI doang (Gak ketrima)


Oia,saya juga ikut undangan kok. Alhamdulillah peringkat selalu rangking paralel disekolah, jadi saya dapet bonus gitu dari guru BK buat ikut undangan di beberapa univ, karena sebenarnya jatahnya cuma 1 PMDK aja seharusnya. (Rahasia). Jaman dulu gak kayak jaman sekarang. Sekarang dapet undangan itu gampang bgt. Hampir semua 1 sekolah bakal diundang semua. Beda banget sama jaman saya 2010 undangan itu Cuma buat orang2 yang pinternya dewa banget. Bener2 golden ticket deh. Yah saya juga sempet coba PPKB UI (skrng mungkin dikenal dgn PMDK) saya coba FKUI juga loh, dan gak ketrima. Oke fine, kalo di total saya udah ditolak sama FKUI sebanyak 9x. Banyak bener yee. Sampe sekarang aja saya masih gregetan kalo ketemu anak2 FKUI (temen2,adik kelas,murid2 saya banyak yg di FKUI). Saking penginnya saya pake jakun bermakara ijo, saya sampe bisa berbuat gila begitu. Saya juga dapet golden ticket buat PMDK UNS,kebidanan semarang juga. 

Selain itu, saya juga dapet beasiswa lumayan banyak (tentang perjalanan meraih banyak beasiswa, lebih lengkapnya udah saya tulis disini). Banyak juga yang saya lepas dan saya ambil. Alhamdulillah selama sekolah dari SMA dan kuliah, saya gak pernah ngrepotin orang tua, karena selalu dapet beasiswa. Beasiswa yang pernah saya peroleh BIDIK MISI, PPA-BBM, PPA PERHIMAK UI, sekarang saya sedang menerima beasiswa dari Bank Mandiri (Mandiri Edukasi Prestasi) senilai 50juta untuk 4 tahun. Terimakasih buat semua pihak pemberi beasiswakarena telah menopang hidup saya selama ini.

Selanjutnya, mengenai ujian hidup dan ujian mental akan saya tulis disini.

Pelajaran berharga yang mau saya sampaikan disini adalah Jangan pernah menyerah tapi jangan hanya diam. Take Action! kalo kamu emg serius perjuangin mimpi kamu, maka totalitaslah mati-matian. Jangan pernah buang kesempatan, tapi inget jangan juga kufur nikmat. Keajaiban itu pasti akan terjadi ketika kesiapan dan kesempatan kamu punyai. Inget bahwa, nasib itu bisa diubah jadi lebih baik selama kamu mau mengubahnya. Takdir itu adalah sesuatu ketetapan Allah yang emg udah gak bisa diubah. Ya, saya setuju banget. Artinya apa, ketika kamu masih punya kesempatan itu artinya kamu masih bisa merubah so itu masih bukan jadi takdir kamu. Takdir  itu misal kamu udah bener2 gak punya kesempatan untuk mencoba dan merubah. 
Contoh: saya udah 3x nyoba SNMPTN, so saya gak mungkin dong nyoba snmptn lagi karena kesempatannya cuma 3x, jadi barulah ini yang disebut takdir saya. Saya ditakdirkan menjadi dokter lewat FKUNS bukan FKUI. Jangan membuat hati kamu ada di zona nyaman terus dengan mengatakan "mungkin ini takdir saya, mungkin ini yang terbaik buat saya". Itu terlalu berserah menurut saya. Berserah itu bukan berarti menyerah loh guys. Kalo kamu masih punya niat dan kesempatan untuk merubah takdir sesuai harapan kamu, maka berjuanglah. Itu menurut saya. #RTH










Friday, 11 July 2014

Traces of Struggle in TEMILNAS FKUNPAD 2013


Location : My room @hotel

Country : Bandung, Indonesia
Time : 23.00 
Date : Aug 29, 2013--Sept 3, 2013


Thank God, Alhamdulillah.
I was elected as a delegate in Temilnas FKUNPAD, with 11 other delegations, there are Nanda,Agustin,Lulut (PDUNS'12) and Mas Nurul,Jati,Ega,Luthfi,Brian, mbak Naili, Mumtaz, Meydita (PDUNS'11). 
Not an easy thing to become delegates in Temilnas. Delegation of temilnas are people who become champions in the PIMFK competition and who have passed the interview selection. 
PIMFK (Pekan Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran) is a scientific competition followed by all medical students in 5 Prodi FKUNS. 
This competitions include: KTI, essays, scientific posters, public posters, video, PMC, and photography.

Alhamdulillah, at that moment I became a runner up essay PIMFK, and was a finalist in all branches of the scientific competition (KTI, essays, scientific posters, public posters, videos, PMC, photography). Then pass the selection interview and eventually become delegates. 
Being a delegate demanded to make a lot of work to be included in temilnas competition. Each delegate shall make at least one work of each branch of the scientific competition. In other words, we shall make a minimum of 7 works competition. Wooow that instant I immediately raced to make works  and ask my friends to help me (thank's Okky Dhevi). I feel inconvenience because at the time the class schedule is very full and my business books very piled up. ufgh ...

And taraaaaa at the last second when the deadline, the completeness of my work is still a lot that has not been settled.  All delegates stay up and help each other along in gazeb. "Ngedeadline" up to 03.00. Whereas the deadline of collection work is 00.00. But we've asked policy on the committee. Thank God, all the works have been delivered, delivery via email only. Thank wifi campus that super duper fast.
Our struggle is not over yet, we had to follow the practice of presentation in the courtroom, we practice every day in 2 weeks before departure. And last witnessed by PD3 (Prof.Fanani). Thank you kastrat's PHT who always guide and help us (Mas Fazri, Gunung, Adi, Mbak Silvia, Dina, Erma, Stefi, etc).

And the day of departure arrived .... 
We departed by train "PASUNDAN", starting from Jebres Station after Dzuhur and arrived in Bandung (Kiara Condong Station) at 1 am. And we stranded there because the committee did not come. We waited a long time, and the committee was to come, but only 2 cars, not enough and we also ride public transportation. I'm so disappointed. In fact we have already paid more than 12 million for this event. 
Arriving at the hotel, we slept with 2 other friends from different campuses. At that time I was one room with Ica from FKUNAIR.



Day 1,
Starts at 8:00, in the FKUNPAD campus.
Event: Welcome Party, introduction of Sundanese Culture, Poster Workshop. 
Special from day one is that I recognize a lot of friends, got the knowledge about how to make a great poster. In introduction of Sundanese culture time, I get a chance to be a puppeteer in the puppet, and I got a souvenir puppet "Wayang Golek" from the committee. Thank you.



Day 2,
Starts at 07.00, in Hasan Sadikin Hospital.
Events: Symposium, and after that came the announcement of scientific competition finalists. 
Alhamdulillah, delegates from FKUNS almost all qualify as finalists. Then came the presentation session. We pulled out all our abilities in front of the jury and the other finalists. Show up, stylish, and maximize the potential that we have. OMG, the jury at the time it was very cruel because many finalists are scolded. To be mentally strong to face FKUNPAD lecturer. Finish the session of presentation, we follow the agenda of BAPIN ISMKI "the declaration of temilnas". The people who talk and argue a lot of the time in declaration is delegates from FKUNS, as I, nanda, etc. 
After that in the night, we followed a gala dinner at the hotel restaurant, accompanied by musical, entertainment, and performances of delegates.



Day 3,
Starts at 08.00,
Events: City Tour, Entree archipelago, and BAPIN time.
City tour in Deranch Lembang is very nice. But unfortunately I can not come, I choose to stay in a hotel to learn because the next day I had much responsi PA,etc. In addition, I also have to prepare PPT for scientific competition in Palembang FKUNSRI 5 days thereafter. 
And when BAPIN time, we are so bad.hehe.. We prefer to own the streets. We went to paris van java, etc..



Day 4,
Starts at 08.00,
Events: Parallel Workshop (EBM, SW, PB, DA), the formulation of the declaration, and Farewell party. 
And as usual in farewell party there are so many dishes of Bandung. I greedily ate all menu.hehe,, very delicious. 
And came the moment that is very thrilling, announcements of Temilnas Champions..
And Alhamdulillah delegates from FKUNS got a lot of champions, we bought 6 trophies. Most trophies jobber. And followed by FKUGM who bought 4 trophies. Alhamdulillah, I have contributed 2 of 6 trophies it. 



Congratulations for the best delegates from FKUNS:
1st Winner Essay Scientific (Nanda)
2nd Winner Poster Scientific (Nanda, Ria)
2nd Winner photography (Ria)
2nd Winner PMC (Mbak.Mumtaz & Lulut)
2nd Winner Essay (Mas Ega)
2nd Winner KTI (Mbak Naili & mas ega)

This struggle and award we dedicate to our beloved Kastrat DG and FKUNS. 

Oops there is a miss, our delegation is also said to be the best (because we always wear batik in common, and we were always together) and most loyal (because we are friendly to the committee and other delegates). And many of the delegates who find parts of the heart here, in temilnas.haha .... But not including me.wkwkwkwkwk.....