Labels

DIARY (13) ADVENTURE (6) NOTE (6) MEDICAL (3)
Showing posts with label NOTE. Show all posts
Showing posts with label NOTE. Show all posts

Tuesday, 23 September 2014

"Jalan Cinta Menuju Surga" (KANSAS summary)

Key message: KANSAS Spesial Sept (review only)
"Jalan Cinta Menuju Surga"


Cinta adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta melindungi diri dari dosa2. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang namun dapat membutakan hati jika tanpa petunjuk Allah.

Jangan bicarakan soal perasaan bila itu tidak benar-benar ada. Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau hanya berniat main-main dengannya. Jangan menatap ke dalam mata seseorang bila apa yang kau lakukan hanya pembohongan. Jika tidak berniat membawanya kepelaminan, jangan mainkan perasaannya, jangan jadikan ia seperti layang-layang yang melayang diudara yang jika kau jenuh dan bosan bisa kau sangkutkan atau malah kau buat "pedot". Namun,jika kau berniat baik untuk mencapai ridho Illahi, maka usahakanlah yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik itu.

Lelaki sejati adalah ia yang mampu membubuhkan tanda tangannya dibuku nikah. Sementara, perempuan yang beruntung adalah ia yang mampu menjadikan dirinya seperti permata yang mahal harganya yang hanya mampu dimiliki oleh orang yang layak, bukan seperti pasir dipantai yang mampu dipijak dan dipegang oleh siapapun.

Bersabarlah!!! Lebih baik tidur bertahun2 lalu dibangunkan oleh suami yang halal daripada terjaga bertahun2 hanya karena ciuman kodok2 yang salah. So,hati2 akhwat barangkali Anda sering menjumpai kodok-kodok yang lalu lalang atau singgah dihati Anda. Dan hati2 ihwan, barangkali Anda termasuk kodok2 yang suka mbribiki para akhwat dengan berbagai cara. 

Bersabarlah!!! Jika Anda belum siap untuk saat ini, ingin fokus kuliah, belum mendapat restu orang tua (ingat ridho Allah tergantung ridho orang tua),dll. Maka berpuasalah!! Ibarat orang puasa, agar Anda tidak tergoda, maka jauhilah sumber makanan. Kalo masih kuliah jangan berfikir tentang komitmen. Kalo emg dia pilihan hatimu, stttt, diem aja, keep calm, gak perlu diutarakan jika memang belum siap n belum tepat waktunya. Lebih baik jangan sebut nama orang dalam doamu. Jangan terlalu PD dan yakin banget kalo orang yang kamu sukai itu the truly2 soulmate. Jangan suka maksa dgn pilihan. Siapa tau Allah punya jodoh yang lebih baik dari yang kamu ucapkan didoamu trus. Dikatakan atau tidak yang penting tetap cinta. Anda cukup laporkan ke Allah, sambil kuatkan pondasi.

Netralin hati dgn senetral-netralnya. Jika ada lawan jenis mendekat, mbribik, bahkan menyatakan isi hati. Anda harus netral saja, tak usah ditanggapi jika emg Anda belum siap menuju halal. Caranya? Full kan hati Anda dengan Allah, jika dihati Anda hanya ada Allah maka tak ada lagi tempat untuk orang lain yang bisa menimbulkan penyakit hati.

If you love someone, jalannya cuma 1 "pernikahan". Tuntun dia kejalan Islam, dengan beri tau dia ke role yg benar. Temukan dia yang mana kau yakin bahwa bersamanya kau merasa bahwa surga makin dekat. Minta kpd Allah agar kita mampu untuk memanage hati. Jadikan Allah sbg final destination. Allah selalu, Allah lagi, Allah trus. Percaya, kalo kamu ikhlas akan dapet lebih baik dari yg kamu bayangkan.

Jadi, masih mau ganti2 idola, bribikan, cemceman, dll, masih suka galau jodoh. STOP udah gak jamannya lagi loh tiap semester ganti selera. Percaya deh, kalo kita beramal sholeh Allah ga akan menyia2kan amal kita. ^ust.Burhan Sodiq 

^love

Ria :)


Sunday, 24 August 2014

Rekam Jejak dan Visualisasi Mimpi

Aug 24, 2014.. Sunday.. in my room.. my netbook's clock is saying it's 12:30..

Saya ingin sedikit sharing tentang salah satu kebiasaan saya sejak masih SMA. Setiap bertambahnya usia saya (dihari ultah), saya biasanya suka mendokumentasikan dan merekam jejak hidup saya selama 1 tahun dan membuat visualisasi mimpi untuk tahun-tahun kedepannya. Bentuknya bermacam-macam, bisa dalam tulisan di blog, mind mapping, kumpulan foto, ppt, atau video. 

Buat apa sih rempong-rempong buat begituan?

Saya sebut "rempong", karena memang banyak yang mengira saya kurang kerjaan dan geje bikin beginian. Well, mungkin itu benar karena untuk membuatnya membutuhkan waktu. It's totally okay aja sih. Ada banyak alasan kenapa ini menjadi penting bagi saya. Tapi alasan utama saya sederhana sih. Saya ingin kembali mengenang apa yang terjadi selama masa tersebut. Saya paham saya punya keterbatasan memori, dan kadang apa yang terjadi berlalu begitu saja tanpa terekam dengan baik. Jangankan 1 tahun setelah belajar, kadang 1 bulan setelah belajar saja saya lupa apa yang pernah saya buat, atau apa yang saya pelajari. Di sisi lain, keberadaan rekam jejak bagi saya adalah momentum "merayakan keberhasilan" dan "mengapresiasi kegagalan". Entah kenapa saya merasa puas ketika bisa memandangi kembali rekam jejak, dan menyaksikan secara visualisasi mimpi bahwa saya mengalami pertumbuhan sebagai seorang "manusia". Hal ini membuat saya mengapresiasi diri saya lebih dari sekedar angka-angka yang saya peroleh di IPK. Selain itu, dengan ini saya juga menjadi lebih bersyukur atas nikmat dan kuasa-Nya, menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup.

Biasanya dokumen ini saya buat hanya untuk konsumsi pribadi saya, karena isinya sifatnya personal dan karena saya takut bahwa nanti orang akan menghakimi pencapaian belajar saya - dan saya tidak siap untuk menghadapi itu. 

Now, hobi saya ini berlanjut di sini, saat saya belajar di Fakultas Kedokteran. Bedanya, kalau dulu dokumen ini saya buat hanya untuk kepentingan pribadi, kali ini dokumen ini saya kirimkan ke orang-orang terdekat bahkan saya mulai berani share ke publik. 

Beberap yang melihat memberikan respon yang bermacam-macam. Tapi pada umumnya mereka kaget dan mengapresiasi, tak jarang juga banyak yang bilang mereka terharu lalu kemudian terinspirasi dan malah ketularan buat bikin rekam jejak juga. Namun, banyak juga diantara mereka yang bertanya kepada saya, "kenapa kamu membuat ini?". Simpel saja saya jawab "Saya ingin dilihat lebih dari sekedar angka yang saya peroleh di kampus. Saya ingin Anda juga mengetahui bagaimana saya menikmati hidup saya di luar konteks akademis. Saya ingin anda melihat saya secara utuh." 

Saat membuat ini awalnya saya minder sama pencapaian teman-teman yang lain yang jauh lebih luar biasa dibandingkan saya sebenarnya. Tapi biarlah, tiap orang punya pencapaian yang berbeda-beda, dan saya cukup bangga dengan apa yang saya raih saat ini, tanpa perlu membandingkan dengan yang lain. 

Saat ini saya hanya ingin mengembangkan sebuah paradigma baru yang ingin mengajak para pemuda atau khalayak umum untuk mendokumentasikan rekam jejak dan visualisasi mimpinya. Ini rekaman saya http://www.youtube.com/watch?v=FTn_Dkhp91c , ayo Anda mulai bikin sendiri. Setelah selesai bikin, pasti tahu deh seperti apa rasanya :) So amaziiing banget deh :)

Love,
Ria

Saturday, 26 July 2014

Jadilah seperti LEBAH, jangan seperti LALAT !

LEBAH VS LALAT
Jadilah Seperti Lebah, Jangan Seperti Lalat
(Refleksi Muslim Dalam Penerapan Kebiasaan Islam Di Tengah Globalisasi)
Oleh : Ria Tustina Hendrayani (G0012179)
Okky Dhevi Safitri (G0012157)

Pend.Dokter, FKUNS, Surakarta


Globalisasi telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat untuk jauh dari konsepsi Islam karena globalisasi cenderung ke arah westernisasi. Padahal, Allah SWT telah memberikan kita sosok tauladan yang patut kita contoh, yaitu Nabi Muhammad SAW. Era globalisasi telah merubah kebiasaan “manusia lebah” menjadi “manusia lalat” yang jauh dari nilai-nilai Islami dan tauladan Rasul.Seperti kita ketahui bahwa lebah dan lalat adalah dua serangga yang berbeda. Lalat senang berada ditempat yang berbau busuk dan kotor, sedangkan lebah senang berada ditempat yang bersih dan wangi.
Globalisasi telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat untuk jauh dari konsepsi Islam karena globalisasi cenderung ke arah westernisasi. Padahal, Allah SWT telah memberikan kita sosok tauladan yang patut kita contoh, yaitu Nabi Muhammad SAW. Era globalisasi telah merubah kebiasaan “manusia lebah” menjadi “manusia lalat” yang jauh dari nilai-nilai Islami dan tauladan Rasul.Seperti kita ketahui bahwa lebah dan lalat adalah dua serangga yang berbeda. Lalat senang berada ditempat yang berbau busuk dan kotor, sedangkan lebah senang berada ditempat yang bersih dan wangi.

عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسَرْ وَلَمْ تَفْسُدْ ْ
Diriwayatkan dari Abd Allah bin Amr bin al-Ash: Sesungguhnya dia mendengar Rasul SAW bersabda: Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, perumpamaan orang mu`min bagaikan lebah. Lebah itu memakan makanan yang baik-baik dan mengeluarkan yang baik pula. Tidak jatuh tatkala menghinggapi dan tidak mematahkan yang dihinggapi. Hr. Ahmad (164-241H). Musnad Ahmad, II h.199.

Rasulullah SAW dengan pernyataanya dalam hadits mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah, seperti :

1.    Memberi Banyak Manfaat
لِلنَّاسِ  “manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi yang lainnya”. Seperti lebah, yang madu dan air liurnya bermanfaat bagi kesehatan manusia.

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 
Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69). 
2.    Hinggap dan Menyerap (Memakan) yang Bersih
Lebah hanya akan mendatangi tempat-tempat bersih yang mengandung bahan madu atau nektar. Begitulah pula seorang muslim harus memilih yang baik, baik dalam hal zatnya, sifatnya, dan cara mendapatkannya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al-Baqarah: 168).
3.Mengeluarkan yang bersih.
Lebah selalu mengeluarkan yang bersih, contohnya madu dan air liurnya yang berguna bagi kesehatan manusia. Begitulah seharusnya, muslim harus selalu produktif dalam kebaikan. Seorang penyair berkata :
ﺷَﺮُّ ﺍﻟْﻮَﺭَﻯ ﺑِﻌُﻴُﻮْﺏِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣُﺸْﺘَﻐِﻞُ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺬُّﺑَﺎﺏِ ﻳُﺮَﺍﻋِﻲ ﻣَﻮْﻃِﻦَ ﺍﻟْﻌِﻠَﻞ ﻓَﻌَﻴْﻨُﻪُ ﺃَﺑَﺪﺍً ﺑﺎِﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻣُﻐْﺮَﻣَﺔٌ ﻓَﻼَ ﻳَﺮَﻯ ﻏَﻴْﺮَ ﻗَﺒِﻴْﺢِ ﺍﻟْﻔِﻌْﻞِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻠَﻞِ ﻭَﻻَ ﺗَﺮَﻯ ﻋَﻴْﻨُﻪُ ﺇِﻻَ ﻣَﺴَﺎﻭِﺋَﻨَﺎ ﻭَﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ ﺭُْﺅَﻳَﺔَ ﺍﻷَﻭْﺿَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟﺰَّﻟَﻞِ ﻳَﻜْﺒِﻞُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺎﻷَﺻْﻔَﺎﺩِ ﺗَﻤْﻨَﻌُﻬُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻬُﻮْﺽِ ﻭَﺗَﻔَﺸِّﻲ ﺍﻟْﺤِﺲِّ ﺑِﺎﻟْﻔَﺸَﻞِ
Seburuk-buruk manusia adalah manusia yang hanya sibuk mencari aib/kekurangan orang-orang. Seperti lalat yang hanya memperhatikan bagian luka. Selalu saja matanya tertarik dengan melihat keburukan. Maka ia hanya memandang perbuatan buruk dan kesalahan. Mereka hanya mencari-cari kesalahan dan kekurangan, hampir tidak ada sesuatupun yang menyenangkannya.”
4. Tidak Mudah Jatuh
Walaupun lebah hinggap di ranting yang rawan, ia tidak akan jatuh. Seorang muslim tidak boleh mudah dijatuhkan dan harus mempunyai kekuatan walau di tempat yang rawan.  Allah SWT berfirman:              
 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوص
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan teratur seakan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh. Qs.61:4
 5.Tidak Merusak
Jangan pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Allah SWT berfirman:
 وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِين
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Qs.7:56.
6. Bekerja Keras
Lebah adalah pekerja keras. Seharusnya manusia juga selalu penuh semangat berkarya dan beramal setiap harinya. فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْMaka apabila kamu telah selesai(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Qs.94: 7).
7. Bekerja secara Jama’i dan Tunduk pada Satu Pimpinan.
Lebah hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, lebah akan mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Begitulah seharusnya sikap umat muslim, saling membantu dan berbagi.
8.Melawan ketika diserang
Lebah hanya akan menyerang manakala merasa terganggu atau terancam. Begitu pula sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, jangan lari. Allah berfirman:
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ  
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Qs.2:190. 
JANGAN MENJADI MANUSIA YANG SEPERTI LALAT
Ketika lalat mencoba keluar dan menuju jendela yang berkaca. Ia akan menabrak kaca. Namun, lalat itu justru mundur dan mengambil ancang-ancang untuk kembali berusaha menembus kaca. Ia selalu gagal dan mengulangi kegagalannya. Ia menghabiskan tenaga dan waktunya dari upaya sia-sia. Jika seekor lalat tersebut dapat berpikir, tentunya ia akan menengok ke arah fentilasi udara atau pintu rumah yang terbuka.
Sebagai muslim kita  harus menggantungkan cita-cita dengan tepat. Pikirkan tindakan dan langkah yang akan kita tempuh. Berikan rambu-rambu di setiap impain karena di setiap jalan pasti ada sebuah daerah yang rawan kecelakaan. Itu akan membimbing kita, jika kita sudah menempuh jalan yang salah, jangan takut untuk mundur. Mundurlah jika itu lebih baik, jangan mengorbankan waktu dan tenaga dengan sia-sia. Dan jika kita merasa belum saatnya untuk maju, maka janganlah maju, persiapkan diri terlebih dahulu untuk menyongsong masa depan, dan maju ketika peluang itu memungkinkan.
KEY MESSAGE
Teori Lalat VS Lebah diharapkan mampu merefleksikan diri tiap muslim dalam melakukan kebiasaannya dan mampu mengajak masyarakat Islam untuk terbiasa berperilaku baik, bahkan lebih baik dari si lebah. Generasi muslim ditengah globalisasi saat ini harus mampu membudayakan kembali kebiasaan Islami yang kita ambil dari tauladan Rasulullah dan mampu mengikis serta memfilter masuknya pengaruh globalisasi yang mengancam evolusi kebiasaan Islam di Indonesia. #RTH

Thank God. Alhamdulillah karya ini menjadi juara 1 di lomba IEPC.





Wednesday, 23 July 2014

Tips memilih jurusan

Bismillahirohmanirohiim….semoga menjadi petunjuk buat yang ngebaca (ini murni pendapat saya ya :)

Buat adik-adikku yang sekarang ini tengah menduduki bangku SMA. Setelah masa pendidikan formal selama 12 tahun usai. Kita dihadapkan kepada suatu pilihan besar yang bernama KULIAH.

Apa itu kuliah? Apa bedanya sama sekolah?
Jelas kuliah beda banget sama sekolah. Singkatnya saat kuliah kita difokuskan ke salah satu mapel aja atau kita bilangnya satu jurusan, jadi kita nggak dituntut untuk hebat di 15 jenis mapel seperti anak SMA pada umumnya.

Yang menjadi pokok permasalahan besar yang saya lihat akhir-akhir ini (yang menurut saya bermanfaat dan penting untuk di blow-up) adalah masalah kebingungan untuk memilih jurusan untuk kuliah nantinya. Hal itu diperparah lagi karena ada juga adik kelas saya yang akhir-akhir ini mengganti tujuannya selama ini ke tujuan yang baru yang tidak nyambung dengan fakultas pilihannya (yang ngerasa jangan kesinggung ya pisss).

Seperti biasa dari tahun ke tahun saya rajin mengamatin hal ini,. Kenapa? karena saya tidak ingin adik-adik saya merasakan hal yang sama dengan saya. Saya tidak ingin adik-adik jatuh dan gagal berkali-kali seperti saya. Saya senang dunia pendidikan, dan saya juga fokus dalam masalah ini, itulah sebabnya saya mendirikan organisasi BAS dengan merangkul para alumni sejak 2011 untuk fokus dalam hal ini, merangkul dan menggeret adik-adik untuk masa depan yang lebih baik, yg Alhamdulillah sampai sekarang makin eksis dan makin dirasakan menfaatnya untuk adik-adikku.

Oke karena merasa prihatin dan pingin sharing, saya berikan beberapa tips untuk memilih jurusan saat kuliah nanti. Ingat, saya hanya memberikan tips berdasar kacamata saya. Sampai detik ini pun ketika banyak adik-adik yang bertanya, "mbak lebih baik saya masuk jurusan apa, univ mana, dll?" Saya tidak akan pernah menjawab, "km lebih baik masuk jur A univ B.dll". Ya karena saya tidak akan pernah berani untuk menyarankan demikian. 

Oke, langsung saja, yang terpening untuk adik-adik perhatikan adalah:

1. Be Realistic 
Susan…susan….susan….kalo gede mau jadi apa ?....mungkin kalo anda masih pake celana merah pendek dengan entengya anda ngejawab DOKTER!!! ASTRONOT!!! Oke…oke oke calm down, emang dulu kalo kita masih kecil boleh ngimpi setinggi langit tapi sebagai orang dewasa anda diharuskan untuk lebih realistik buat milih jurusan. Nggak ada salahnya sih optimis tingkat tinggi namun perlu diingat kalo kita itu hidup di dunia nyata bukan di wonderland. 
Kenapa harus realistis? 
"Begini, saya pernah punya temen waktu itu saat di bimbel. Temen saya sangat ingin sekali masuk FK, tapi (bukan maksud merendahkan), dy kurang mampu mengukur kemampuan, setiap Try Out nilai dia jauh sekali dari batas passing grade FK. Jika FK harus 900 miimal, untuk mencapai 500 saja dia tidak pernah bisa. Dia terus ngotot dan dia cuma pengin FK. Alhasil dy gagal disetiap ujian, dia ulang lagi tahun depan, dan ternyata masih gagal juga. Barulah di SNMPTN ke tiga dy lolos tapi bukan di FK. Dia lolos di tempat yang emang gak jauh dari ambang batas nilai-nilai TO dan Quick count dy dan passing grade jurusan yang dia pilih. Itulah contohnya orang yang tidak realistis. Dan ketika dia mencoba untuk realistis, maka terbuka lebar jalannya.

2. Sesuaikan jurusan dengan potensi diri
Kalo misalnya anda bagus di Biologi dan Kimia jurusan mana yang anda ambil?? SASTRA KOREA!!!! Boleh-boleh aja sih, tapi apa nggak eman-eman. Sesuaikanlah potensi diri anda dengan jurusan yang anda pilih nantinya. bagus di mat? Ambil akun ato manajemen. bagus di bio? ambil kedokteran. bagus di elektro????? ambil tek. elektro. Begitu.
Kenapa ini sangat penting?
Karena saya sering menjumpai orang-orang yang tersesat saat kuliah, tidak sesuai potensi diri, alhasil ia tidak dapat survive dan kebanyakan dari mereka prestasinya tidak mampu melejit dsitu, bahkan tidak jarang pula yang hengkang dari situ dan memilih untuk mencari tempat lain yang sesuai.
Contohnya: saya punya teman yang dia itu gak suka banget sama apalan, dy sukanya ngitung, dan dia masuk ke kedokteran. Tau sendiri kan, modal utama anak FK kan menghapal, menghapal, dan menghapal. Dan akhirnya, dia keluar dari FK dan sekarang masuk di akutansi. Alhamdulillah dia tidak telat menyadari potensi dirinya.
Oke saya punya contoh lain, ada temen saya dia jago banget kimia (temen waktu OSN kimia dulu) tapi dia benci sekali dengan fisika. Dan dia pilih teknik kimia. Taukah? beberapa bulan kemudian dia cerita pada saya "sial bgt gue pengin menghindar dari fisika, malah gue ketemu fisika terus sekarang". Of course, knp? karena belajar di teknik kimia, kamu malah bakal ketemu banyak fisika. Nah, ini pelajaran buat adik-adik agar selain mengukur potensi diri, juga harus banyak konsultasi dengan "guru terbaiknya" yang telah berpengalaman. (tentang konsultasi saya bahas di poin selanjutnya)

3. Liat prospek kerja
Habis kuliah mo ngapain? KAWIIIINNN !!!! baguslah kalo ada yang mikir kayak gitu, tapi lebih bagusnya lagi kalo kerja dulu dong. .Untuk memilih jurusan kuliah nantinya juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan kerja (menurut saya),jurusan akuntansi,kedokteran,komputer,hukum,dan komunikasi bisa dibilang jurusan dengan peminat yang tinggi karena besarnya peluang kerja yang ada namun hal ini juga berdampak dengan persaingan yang sangat ketat. jadi perlu dipikir-pikir kembali bagaimana kondisi keadaan lapangan kerja jurusan yang anda pilih nanti setelah anda lulus kuliah oke… Tapi ini gak jadi hal penting untuk dipikirkan kok. Saya aja gak kepikiran ini dulu. Yang penting kita harus punya kualitas yang oke deh, saingan sedewa apapun juga bakal lewat kalo kita kece dan cetar membahana.hehe...

4. Mau nyari gelar alumnus atau gelar sarjana?
Ini juga harus dipikirin mateng-mateng. Kamu mau kuliah buat mengagung-agungkan jas almamater atau ingin mendapat gelar sarjana. banyak lho, peserta SNMPTN yang gatot (gagal total) karena idealisnya yang terlalu tinggi,. semisal piliannya UI semua atau UGM semua atau ITB semua… (sorry kalo nyebut merek (._.”) ) mengingat passing grade-nya yang sangat tinggi.  jadi kalo 2 atau 3 pilian kamu adalah univ dan jurusan yg passing grade yang tinggi sih boleh-boleh aja tapi menurut saya itu hampir sama aja dengan main Russian roulette. tolong di inget juga buat contoh: seorang dokter lulusan Unsyiah dengan lulusan UI pun nantinya juga sama-sama memiliki status dokter yang memiliki hak dan kewajiban yang sama pula. cuma mungkin bedanya saat akan spesialisasi, karena akreditas univ sangat menentukan.
Kenapa ini penting? 
Karena banyak banget yang selalu tanya ke saya begini "mbak, mending pilih univ keren tapi jurusan ecek2, atau pilih univ ecek-ecek tapi jur keren?" Singkatnya cuma saya jawab, mending jurusan keren dan univ kere. So pasti. Ingat yang terpenting perhatikan potensi diri kamu. Kalo menurut saya sih, mau di UI kek, UNS kek, UNCEN kek... asal kualitas kamu oke. oke oke aja menurut aku. yang penting sesuai sama jurusan yang sesuai sama potensi dan keinginanmu.
Sebuah berlian mau ditempatkan dimanapun ia akan tetap menjadi sebuah berlian yang bernilai tinggi. mau dia ditaruh di toko emas atau bahkan ditempat sampah pun. Gak ada yang mampu menghalangi kilauannya dan ga akan ada yang mampu mengurangi nilainya. Cumaaaan. Apa gak sayang tuh, kalo sebuah berlian ditempatkan ditempat yang tidak semestinya.

5. Selalu sedia payung sebelum hujan
Dalam memilih jurusan jangan selalu gunakan harga mati. manusia boleh berusaha tapi Tuhan juga yang nantinya menentukan langkah kita. usahakan untuk selalu menyiapkan cadangan dalam memilih jurusan kuliah. dalam memilih jurusan juga harus pinter-pinter juga lho. ada temen saya yang punya 3 pilian di 3 univ. yang menurut saya sama-sama bagusnya dan ke 3 piliannya tembus semua…(nah lohhh) jadi perlu diinget juga kalo gak ada pilian susah kalo banyak pilian juga susah juga sih. Jangan cuma coba satu aja (yg kamu pinginin doang) syukur syukur kalo ketrima, kalo gak ketrima n udah gak ada kesempatan ikut tes lagi gimana? nganggur dong? Nah inilah sebabnya saya selalu menganjurkan ikuti banyak tes, tapi yang emang kamu minat atau setengah minat aja. Kalo ketrima semua gimana? gak kufur nikmat? itu rejeki lo! Jadikan itu sebagai batu loncatan kesuksesan kamu dengan begitu kamu tinggal memilih mana yang emang sreg. Kan kamu juga gak minta untuk diterima disemuanya kan? Jadi km gak salah :P

6. Swasta jangan dipandang sebelah mata
Banyak buangeet yang beranggapan bahwa kuliah di PT swasta itu jelek. eh jangan salah lho. nggak semua PT swasta itu jelek. contohnya kalo bicara arsitek bagus sendiri Parahyangan..kalo bicara tambang UPN veteran nggak kalah sama ITB. siapa juga yang nggak tahu Univ. Trisakti? Univ. Paramadina ?IT Telkom? UPH? itu universitas juga ciamik punya loh… 
Saya berkata demikian karena saya mengamati kesuksesan kakak saya. Kakak saya dia S1 di HI UI dan malah dapet beasiswa S2 di UPH (Universitas Pelita Harapan) sekolahnya agnes monica. Naaah dia malah makin kece tuh disitu, dan saat keluar dari situ, malah sekarang jadi presiden di bank hongkong.

7. Konsultasi mari konsultasi…
Dalam memilih suatu jurusan hendaknya dipikir matang-matang dengan beberapa orang. bicarakan baik-baik dengan orang tua karena orang tua juga lah yang buntutnya nanti membiayai kamu kuliah. kalo kamu terlalu takut atau kerasa nggak nyaman boleh juga dikonsultasikan ke teman deket atau guru di sekolah atau bimbel. Dan paling penting konsultasilah ke orang yang udah berada di situ. Misal kamu pengin FKUNS, FKGUI, FKMUI ya kamu tanya ke orang yang pernah merasakan jadi mahasiswa disana. Jangan tanya ke anak kedokteran, kuliah di teknik itu gimana.. karena itu hanya sia-sia, yang ada kamu malah akan dapet info yang salah dan gak update. Pokoknya kepoin sekepoo-keponya, cara kuliahnya,biaya kuliah,kehidupan disana,dll. Karena guru terbaik adalah pengalaman dan pengalaman hanya akan didapat oleh orang yang sduah berpengalaman.

8. Berdoa dan banyak beribadah
Kalo dari sekian banyak tips-tips  saya tidak menolong buat kamu, langkah terakhir inilah yg paling ampuuuuuh. Buat yang islam banyak-banyakin sholat istikharah, dhuha, tahajud, puasa sunah. kalo buat agama yang lain ya beribadah yang pada intinya memohon kepada Tuhan untuk diberikan bantuan untuk membuat suatu keputusan yang paling tepat. 

Oke, demikianlah cerita dan sedikit tips dari saya. Semoga memberi  tambahan masukan nantinya untuk adek-adekku. CMIIW ya :) #RTH

Monday, 21 July 2014

Mengapa harus menulis?

Location : My dad's room (coz the internet cable is here)
using dad's laptop
Country : Gombong, Indonesia

Time : my tab's clock is saying it's 02:36 am

Date : July 22, 2014


Saya teringat ucapan senior saya saat masih di FKMUI, beliau adalah mawapres FKMUI. Beliau berkata "yang tertulis akan abadi dan yang terucap mudah sirna. Maka menulislah!" Sejak saat itulah saya semakin menggebu untuk menulis. Benar sekali bahwa menulis itu bekerja untuk keabadian. Dengan menulis, seseorang akan selalu dikenang selamanya walaupun seseorang itu sudah tiada. Keabadian yang tak akan lekang oleh zaman. Oleh sebab itu, sering saya katakan bahwa penulis akan memiliki hidup yang abadi.

Saya suka sekali menulis karya tulis, tentang kesehatan khususnya. Karya tulis seseorang merupakan suatu alur pemikiran seseorang yang diekspresikan.  Dengan karya tulis, dalam bentuk apapun, keberadaan seseorang akan diakui. Dan pembaca dapat menikmati karya tersebut dengan cara memanfaatkan jalan pemikiran penulis. Selain itu, karya tulis dapat membangun citra diri seseorang. Namun, masih banyak orang yang tidak menyadari manfaat dari menulis ini.

Apakah harus menjadi jurnalistik dulu untuk menjadi seorang penulis? Tidak! Karena semua orang dapat membuat tulisan apa saja dan dimana saja. Predikat penulis bukan hanya sebagai pengakuan diri, namun sebagai penghargaan dari karya yang telah dihasilkan. Karya tulis juga bukan diakui dalam bentuk buku atau majalah saja. Ataupun dalam wujud penghargaan lain piala,piagam,uang,publikasi di jurnal,dll. lebih dari sekedar itu, lebih dari sekedar kepuasan juga. Dengan mengeluarkan jalan pemikiran, menceritakan pengalaman, atau memberikan pendapat, semua dapat menjadi sebuah karya.

"Saya tidak punya waktu untuk menulis. Saya tidak bisa menulis. Saya bingung mau nulis apa. Saya tidak pandai mengolah kata. Saya tidak punya kisah dan pengalaman menarik untuk ditulis. Hidup saya biasa saja. dll....bla..bla..bla..".

Itu adalah kalimat yang sering sekali saya dengar ketika saya mengajak dan menanyakan teman-teman apa alasan mereka untuk tidak menulis. Padahal menulis tidak memerlukan waktu atau bakat khusus. Hanya dengan membuka notes, blog, atau Microsoft Word, dan menulis kejadian seharian penuh ini, kita semua dapat memulai sebuah tulisan. Jadikanlah menulis sebagai suatu kebiasaan, maka kau akan lebih mampu menghargai hidupmu lebih bijak lagi.

Menulis juga dapat meringankan beban pikiran dan menenangkan jiwa. Dan dengan menulis, kita dapat berkomunikasi dengan banyak orang tanpa harus bertatap muka. Para pembaca dapat mengetahui kehidupan kita melalui tulisan yang dibuat. Berbagai pendapat dan kritikan pembaca juga dapat membangun dan memperkuat kepribadian penulis dan mendorongnya untuk membuat karya yang lebih baik lagi.

Apalagi jika kita menulis sebuah novel, menciptakan suatu alur cerita kehidupan yang bisa dijadikan pelajaran dan contoh untuk para pembaca yang mampu menginspirasi banyak orang. Tentunya itu akan menjadi suatu kebanggaan di diri sendiri. Rite? Of course, karena ini saya rasakan sejak saya menulis novel pertama saya yang berjudul "DOCERE, dokter berhijab". Semakin banyak menulis, saya semakin merasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan ke saya sampai detik ini. Sehingga saya termotivasi untuk terus menciptakan cerita dan kisah indah di hidup saya sendiri karena cerita tak akan pernah tercipta tanpa diukir oleh pemiliknya.

Apa salahnya mencoba menyalurkan isi pemikiran kita, unek2, kisah hidup kita,dll dan membuatnya dalam bentuk tulisan? Ketahuilah bahwa menulis itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Mulailah menulis kawan!

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan sejarah." 
- Pramoedya Ananta Toer -

Monday, 14 July 2014

Passion, Purpose, Profession



Location : My beloved room @home
Country : Gombong, Indonesia
Time : 23.51 

Date : July 14, 2014


One night, I pondered an interesting thing. How the story if Muhammad Iman Usman, the founder of IFL (Indonesian Future Leaders) and 1st winner of mawapresnas 2012 was told to be the Chairman of BEM UI? Or how the story if Faldo Maldini, Chairman of BEM UI 2012, was asked to be a musician in Paragita UI?
Or in FKUNS (my beloved campus), how the story if Ratna Sariyatun, Mawapres UNS and assistant of BioMedLab, asked to switch places with Abdullah al-Hazmi, president of BEM FKUNS. Or how the story if Sotya Adira, great musicians in scarta asked to switch places with Nanda Eka, scientist in Kastrat DG.
It could be, but I believe the result will not be maximal. Why? Because they do not become what their passion.

"Passion are all things that are very, very, very interested so it never occurred to not do it." by.Rene Suhardono on her book Ultimate You.

According to my observations, students who reach the top are those that move based on their passion. Faldo Maldini move to BEM UI because of his passion, Iman Usman move to his IFL because he has a passion there, similarly with mbak Ratna, mas Hazmy, Nanda, Sotya. 
I have a friend who is very determined to learn, just learn. Who dares to say he was student apathy and not contribute? The proof is by studying hard, he could be a 1st winner in Medical Olympiade and represents his campus to contribute in the national medical olympiade.

"Contributions are real benefits in addition to those perceived themselves for existence itself. Optimal contribution is created when a person is working and acting with greatest passion." by.Rene.

I do not agree if the student who not participating in political activity, did not join in organization, and study oriented assumed to be apathetic. 
I think to fight and contribute to the people not only by political means or social. Depending on individual interests. Do not ever say and assume if people who not joining in the political or social is people who do not care about the surrounding environment. It was a big mistake. Find your passion, then maximize your social roles and responsibilities there.  "Kontribusi paling optimal terjadi ketika kita berkarya sesuai dengan passion kita!"

What if someone has a passion in the music world? Maximize! who knows in the future we have Iwan Fals other. What if it is a scientific passion? Maximize! Who knew there would be Thomas Alva Edison more powerful. And others.
If we have the students who are responsible with their social world, while accompanied by a sweet fact that they engaged in accordance with their passion, I believe Indonesia will soon be filled by the best people whose achievements as has no limits, as well as endless contribution and that in fact they do it all with a happy feeling! 
Can it be if we swap the roles that exist, or we give the role a person with a perfunctory "important contribution"? It could, of course, but it will never be maximized. Trust me!

It would be funny if we saw an eagle that frustration when learning to dig, to the extent that he forgot was great flying skills possessed it? I will illustrate this with the following fable parable entitled "animal school". According to me this is very interesting, maybe.

Once upon a time, the great beasts created a school climbing, flying, running, swimming, and digging. Surprisingly they do not find an agreement about which are the most important lesson. They finally decided that all students follow the same curriculum. So every student should participate lessons of climbing, flying, running, swimming, and digging.

The deer who ran experts, nearly drowned while following course swim. His swimming experience make him shock, he felt like had no potential anymore. Over time, as busy with swimming lessons, and must follow additional swimming lessons, the deer was no longer able to run as fast as before. Because he train his natural skills.

Then there was the confusing incident to animal school administrators. The eagle who very cleaver to fly when he follow digging lessons, he was not able to undergo the tasks assigned to him. And finally, he must also follow additional tutoring dig that was a lot of his time, so he forgot how to fly so mastered previously. There are also many difficulties that plagued other animals, such as ducks, sparrows, snakes, etc.. The little animal did not have the chance to excel in his passion because they are forced to do things who do not appreciate their original passion and potential.

So guys. Come on! Maximize your potential! Your passion is your true strength.